Untukmu yang baru kehilangan harap
Tak apa jika kau mau bersedih.
Silahkan kau bersedih.
Silahkan kau menangis.
Sesuatu yang wajar jika kau merasa sakit dikala semua harapan yang kau tanam begitu lama ternyata pupus hanya dalam hitungan hari.
Biarkanlah dirimu bersedih, biarkanah hatimu merasakan sakitnya sebuah kekecewaan.
Tapi kau perlu tau satu hal.
Kau tak boleh membiarkan harimu termakan oleh sedihmu.
Membiarkan hatimu tersayat seraya dengan hilangnya harap.
Kau boleh bersedih.
Tapi kau tak boleh larut dalam sedihmu.
Jika kau sudah puas menangis.
Jika kau sudah puas bersedih, maka bangkitlah.
Hibur dirimu dengan melakukan banyak hal menyenanhkan.
Temukan potensi besar yang ada pada dirimu.
Temuilah mereka yang mampu menyembuhkan lukamu hanya dengan duduk bersama dan tertawa selama berjam-jam.
Hapus semua hal mnyedihkan.
Hilangkan semua keluh mu.
Lupakan semua masalahmu.
Kau harus ingat, bahwa dirimu jauh lebih berharga dari dirinya.
Dia yang dengan tega membuat semua harapanmu patah begitu saja,hanya karena ambisi kebahagiaannya.
Dan ingat! Bahagiamu jauh lebih berharga dari sedihmu.
Aku dan Seluruh Kata Hati.
Minggu, 14 Agustus 2016
Kini Aku Mengerti.
Setelah beberapa lama kau memutuskan untuk pergi.
Memutuskan untuk mengakhiri.
Kini aku mengerti.
Kau hanyalah bagian dari keinginanku untuk tidak menyimpanmu lagi di hati.
Kau memutuskan untuk tidak lagi mengenalku,
Pada awalnya semua terasa menyakitkan bagiku.
Bahkan akupun tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
Sampai pada saat itu aku memutuskan untuk menunggumu.
Entah berapa lama aku harus menunggu, yang aku tahu bahwa itu adalah jalan satu-satunya yang harus aku lakukan.
Tapi kini otak ku mulai kembali.
Aku tidak lagi menjadi seseorang yang hilang akan akal.
Akal ku kini telah kembali.
Kini aku sadar, bahwa menunggumu hanyalah perbuatan sia-sia.
Tidak ada hal yang aku dapat dengan menunggumu. Tidak perduli seberapa lama aku menunggumu, pada akhirnya kau tak akan pernah kembali.
Kau hanyalah bagian yang tidak ingin aku lihat lagi.
Kau tidak lagi menjadi bagian terpenting dalam hidupku, dan selalu mengambil separuh ruang dalam otakku.
Kini kau adalah salah satu hal yang ingin aku lupakan.
Kau tidak lagi menarik untuk selalu aku pikirkan setiap sore.
Kau bukan lagi seseorang yang menjadi topik perbincangaku bersama sahabatku.
Kau hanya seseorang yang haus akan ambisimu untuk membahagiakan dirimu sendiri.
Aku mengerti. Sepenuhnya aku mengerti.
Maafkan aku jika kini aku memutuskan untuk menjadikanmu sebuah hal yang tidak lagi menarik dalam hidupku.
Setitik Arti Hadirmu
Ketika kita berbicara tentang persahabatan, maka tak akan cukup apabila kita menggabungkan lembaran kertas didunia, jutaan tinta, dan ribuan kata.
Karna persahabatan tidaklah sesederhana kelihatannya.
Setiap orang bisa menuliskan kata kata terindah tentang persahabatan, memberikan pemikiran terbaiknya tentang sahabat.
Memimpikan jutaan hal indah tentang sahabat.
Tapi pernahkah kau tahu sahabat, seberapa indah alam ini ketika embun pagi disinari oleh sang fajar?
Dan tahu kah kau sahabat betapa tulus sang senja dikala sore? Tahukah kau sahabat seberapa hebat angin sehingga dapat meneteskan hujan?
Dan tahukah kau wahai sahabatku, seberapa hebat hujan ketika ia terjatuh? mampu untuk menetes lagi dan lagi padahal ia sudah jutaan ribu kali
Jika kau sudah mengetahui itu semua wahai sahabatku, maka kau baru saja mengetahui setitik arti dari persahabatan.
Memang indah ketika kita mampu bahagia dengan para sahabat tercinta, memang indah ketika kita memimpikan jutaan hal tentang persahabatan.
Tapi tahukah kau bawa ketika kita mengetahui arti dari persahabatan, maka kita pun akan mengetahui betapa sakit bila kita menjadi embun yang selalu diabaikan, menjadi sang senja yang selalu tenggelam dibalik langit malam, menjadi angin yang selalu dilupakan ketika nikmatnya telah hilang, dan menjadi hujan yang telah terjatuh jutaan ribu kali.
Karna persahabatan tidaklah sesederhana kelihatannya.
Setiap orang bisa menuliskan kata kata terindah tentang persahabatan, memberikan pemikiran terbaiknya tentang sahabat.
Memimpikan jutaan hal indah tentang sahabat.
Tapi pernahkah kau tahu sahabat, seberapa indah alam ini ketika embun pagi disinari oleh sang fajar?
Dan tahu kah kau sahabat betapa tulus sang senja dikala sore? Tahukah kau sahabat seberapa hebat angin sehingga dapat meneteskan hujan?
Dan tahukah kau wahai sahabatku, seberapa hebat hujan ketika ia terjatuh? mampu untuk menetes lagi dan lagi padahal ia sudah jutaan ribu kali
Jika kau sudah mengetahui itu semua wahai sahabatku, maka kau baru saja mengetahui setitik arti dari persahabatan.
Memang indah ketika kita mampu bahagia dengan para sahabat tercinta, memang indah ketika kita memimpikan jutaan hal tentang persahabatan.
Tapi tahukah kau bawa ketika kita mengetahui arti dari persahabatan, maka kita pun akan mengetahui betapa sakit bila kita menjadi embun yang selalu diabaikan, menjadi sang senja yang selalu tenggelam dibalik langit malam, menjadi angin yang selalu dilupakan ketika nikmatnya telah hilang, dan menjadi hujan yang telah terjatuh jutaan ribu kali.
Kau dan Waktu yang Terlalu Singkat
Saat ini sangat sulit rasanya untuk percaya.
Aku dapat menyapamu dengan hangat dalam waktu 3 tahun,
Tapi hanya butuh waktu sehari saja untuk dapat membuat kita menjadi asing satu sama lain.
Aku masih dapat mengingatmu dengan baik sampai sekarang.
Masih teringat oleh-ku beberapa minggu yang lalu saat kau datang hanya untuk menyapa,
Oh! Atau mungkin saat kau menghampiriku hanya untuk melihatku beberapa saat saja sebelum kau bermain bersama temanmu
Aku selalu dapat mengingat hal bahagia yang ku lakukan bersamamu
Kau tahu apa artinya itu?
Itu artinya aku mengingat semua hal yang kau lakukan bersama denganku dalam waktu 3 tahun terakhir, karena semua hal yang aku lakukan denganmu selalu indah. Selalu menyenagkan.
Itu artinya aku mengingat semua hal yang kau lakukan bersama denganku dalam waktu 3 tahun terakhir, karena semua hal yang aku lakukan denganmu selalu indah. Selalu menyenagkan.
Kau adalah hal indah yang Tuhan berikan padaku dengan waktu teramat singkat.
Kau adalah kebahagiaan yang teramat singkat rasanya.
Kau tahu? Selain bersyukur kepada Tuhan, aku juga selalu menyesali keberadaanmu dan semua tentangmu dalam hidupku.
Kau tahu apa sebabnya?
Sebabnya adalah karena Tuhan tidak memberikanmu bersama dengan waktu yang lama.
Bersama dengan waktu yang dapat membuat aku bersamamu lebih lama.
Pada intinya, kau adalah kebahagiaan yang selalu membuatku terus bersyukur dan menyesal....
Langganan:
Postingan (Atom)
