Minggu, 14 Agustus 2016

Kini Aku Mengerti.

Setelah beberapa lama kau memutuskan untuk pergi.
Memutuskan untuk mengakhiri.
Kini aku mengerti.
Kau hanyalah bagian dari keinginanku untuk tidak menyimpanmu lagi di hati.
Kau memutuskan untuk tidak lagi mengenalku,
Pada awalnya semua terasa menyakitkan bagiku.
Bahkan akupun tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
Sampai pada saat itu aku memutuskan untuk menunggumu.
Entah berapa lama aku harus menunggu, yang aku tahu bahwa itu adalah jalan satu-satunya yang harus aku lakukan.
Tapi kini otak ku mulai kembali.
Aku tidak lagi menjadi seseorang yang hilang akan akal.
Akal ku kini telah kembali.
Kini aku sadar, bahwa menunggumu hanyalah perbuatan sia-sia.
Tidak ada hal yang aku dapat dengan menunggumu. Tidak perduli seberapa lama aku menunggumu, pada akhirnya kau tak akan pernah kembali.
Kau hanyalah bagian yang tidak ingin aku lihat lagi.
Kau tidak lagi menjadi bagian terpenting dalam hidupku, dan selalu mengambil separuh ruang dalam otakku.
Kini kau adalah salah satu hal yang ingin aku lupakan.
Kau tidak lagi menarik untuk selalu aku pikirkan setiap sore.
Kau bukan lagi seseorang yang menjadi topik perbincangaku bersama sahabatku.
Kau hanya seseorang yang haus akan ambisimu untuk membahagiakan dirimu sendiri.
Aku mengerti. Sepenuhnya aku mengerti. 
Maafkan aku jika kini aku memutuskan untuk menjadikanmu sebuah hal yang tidak lagi menarik dalam hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar